
soto ada kaitannya dengan BBM ...BBM kan singkatan dari Benar Benar Menyoto...heheheheh yang ada harga soto makin naik seiring naiknya BBM (bahan bakar menyiksa)
aku setuju kalau perusahaan asing yg mengeruk keuntungan semata dan hanya meninggalkan luka bagi bangsa perlu dinasionalisasikan. bayangkan aja exxonmobil yang selama 30 tahun berkuasa terhadap blok natuna (kepulauan riau) yang kaya akan minyak tersebut, setiap tahunnya melaporkan ke pemerintah kita bahwa blok tersebut tidak produktif...logika aja mana mungkin perusahaan tersebut sanggup bertahan 30 tahun kalau tidak menguntungkan, wong kapitalis kok. nah setelah diambil alih oleh pemerintah pada tahun 2008 ini, apa yang terjadi? pertamina merelease bahwa telah melakukan investasi terbesar dalam sejarah perusahaan untuk mengelola blok natuna yg kaya minyak tersebut, dengan jumlah RP 247 triliun!!!, duit tu geng!.
juga freeport yg dlm perjanjian kontrakny "hanya" mengambil tembaga (kl tidak salah), namun emas sebagai logam mulia yg diambil sehingga gunung tinggi yg mencembung keatas menjadi kawah yg mencekung ke bawah...bayangkan hanya dari keuntungan freeport sendiri dalam beberapa tahun saja, hasil dari keuntungan ini dapat membangun kembali negara bagian new orleans, USA yang hancur total akibat badai katrina, dapat terbina utuh kembali seperti sbelum terkena badai.
seandainya "soto" exxonmobile dan "soto" freeport dinasionalisasikan, betapa semakin kayanya kita terhadap "hak" yang memang sudah semestinya kita miliki n kuasai. namun yg menjadi masalah adalah apakah pemerintah kita berani mengambil tindakan tegas terhadap kapitalis kafir ini?. seandainya pemerintah kita punya keberanian sama seperti eva morales (presiden venezuela), yg sanggup melawan hegemoni amerika, maka semakin makmur negeri "adi daya" Indonesia. sebagai perbandingan sang presiden venezuela hanya seorang yg menyelesaikan sekolah setingkat SD dibandingkan dengan pemerintah kita yg sudah meraih gelar sampai tingkat doktoral (S3).

No comments:
Post a Comment