Sunday, May 25, 2008

20 mei dan 21 mei (2 hari bersejarah bangsa Indonesia)


Semenjak manusia mengenal konsep waktu, kita telah membagi serta memilah hidup ini sesuai dengan waktu.

Misal, kita mengenal sebutan sesudah masehi dan sebelum masehi, yang sebetulnya berawal dari kesepakatan bersama akan titik perhitungan tahun sesudah kelahiran Yesus Kristus.

Kesepakatan itu diambil karena peristiwa itu dianggap satu terminal keadaan yang membedakan satu titik dengan titik sesudahnya. Karena dianggap penting, karena dianggap bisa menjadi pertanda, karena bisa ditengok untuk menjadi referensi kehidupan.

Titik terminal waktu itulah yang kemudian kita kenal dengan nama sejarah (detik.com).

2 hari ini merupakan hari yang menjadi sejarah besar bagi negara "adi daya" (maksudnya punya daya(kemampuan) , tapi kurang upaya/usaha yg dilakukan) Indonesia. 20 mei 1908 merupakan satu titik permulaan bagi pergerakan yang dimotori oleh pemuda-pemuda harapan bangsa untuk bangkit dan merubah nasib bangsa Indonesia dari kekuasaan penjajah.

sehari setelah 90 tahun dari hari kebangkitan nasional ini, tepatnya 21 mei 1998 sekali lagi bangsa Indonesia mengalami sejarah sebagai titik awal untuk (kembali) merubah hala tuju nasib bangsa ini. peristiwa ini kita kenal dengan reformasi yang disertai dengan simbolisasi turunnya soeharto sebagai presiden RI yang sebelumnya selama lebih 3 dekade "berkuasa" di Indonesia.

sekarang tanpa terasa waktu terus saja bergulir, tdk terasa juga sudah 10 tahun peristiwa ini terjadi, namun apa yang telah kita dapat? atau mungkin kita masih dalam tahap proses menuju ke arah apa yang di cita2kan?. semoga saja harapan gusdur untuk perlunya Indonesia mengalami "reformasi jilid II" tidak akan terjadi lagi di negeri yang memiliki sejuta harapan ini. akan terbayang oleh kita berapa banyak energi yang akan terkuras serta kekuatiran dari bangsa ini ialah asa dan harapan untuk menuju bangsa yang adil, makmur dan sejahtera sepertinya hanya akan jalan di tempat alias tidak mengalami kemajuan apapun.

selamat menyambut HARUNSU!
(Hari Runtuhnya Suharto; kok seperti bhs jepang)

No comments: