Monday, May 26, 2008

Ketika ku membidik dengan lensa (penafsiran dalam kebisuan)

Menikmati keindahan panorama salah satu kota wisata yang dimiliki Indonesia sangat menenteramkan perasaan dan jiwa ini, kesejukan serta kondisi alam yang berpagarkan gunung di kiri kanannya semakin membuat setiap turis atau manusia manapun akan meningkatan perasaan takjub akan ciptaan Allah ini. Otak kanan kita bahkan tergelitik berpikir bagaimana cara semua fenomena alam ini terbentuk? Dan apakah sang khalik membentuknya hanya sekadar serta-merta untuk dinikmati makhluk yang bernama manusia?. Gunung yang menancap ke bumi laksana paku yang ditukulkan ke lembaran papan, ngarai dan tebing curam yang dibawahnya ada lembah yang diukir oleh liukan sungai mengalirkan air, bebatuan berlapis seperti lapisan kue yang lezat dimakan yang mendindingi tebing, hamparan sawah yang membentang luas menghijaukan bumi, mulut yang berasap seolah menghisap rokok krn suasana yang sejuk serta hiasan manusia tempatan yang yang selalu mengangkatkan bibirnya memberikan senyuman manis kepada semua orang, semakin membuat semuanya sekali lagi berpikir untuk menyatakan kekaguman sekaligus terima kasih (meskipun itu mungkin hanya terdetik sedikit saja didalam hati) yang tak terhingga karena diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya dunia ini. Itulah yang orang alim sebut sebagai NIKMAT, yang tentu saja walaupun penganut sekuler, liberal bhkan komunis sepakat untuk tidak menyanggah fatwa NIKMAT tersebut.

Lalu bagi sebagian orang, termasuk juga aku tentunya tak ingin melepaskan momen indah yang tertangkap oleh kasat mata yang masih sehat ini. Aku pun sama dengan kebanyakan orang lain yang ingin mengabadikan apa yang mata nikmati kedalam memori yang kekal yang bisa dipertunjukkan kepada orang lain. Ya benar FOTO namanya atau orang barat bilang PICTURE. Dengan berbekalkan kamera digital Nikon dengan kemampuan 7.1 MPix, aku selalu aktif (selagi batre masih ada) menangkap momen yang menurutku cukup indah untuk ku abadikan yang sewaktu2 bisa kupertontonkan ke org lain yang (mana tau) bertanya tentang TEMPAT yg ku kunjungi.

Namun apa yang direkam oleh kamera tentu tidak sama dengan apa yang dilihat oleh mata kasat, sebab mata kasat melihat objek yang senantiasa bergerak sementara kamera melihat objek dan merekamkannya dalam keadaan bisu, tak bersuara, bahkan terpejam. Namun jangan salah, setiap objek bisu yang terekam tersebut justru memberikan makna yang semakin banyak penjabarannya bila dibandingkan dengan objek yang terus bergerak di keamatan mata kasat ini. Menangkap EMOSI tersembunyi yang pada mata kasar tidak dapat kita mengesannya, sementara dengan kamera, dengan mudahnya dan bukan tidak mungkin kita menjadi terperanjat mengetahui apa yang “tersembunyi” dari momen yang terekam tersebut….contohnya saya pernah melihat foto dari seorang fotografer majalah “Tempo” ketika mengabadikan seorang bapak usia pertengahan, menolong seorang anak yang berlumuran darah ketika terjadi pengeboman di kedubes Australia di Jakarta beberapa waktu lalu. Terlihat jelas disitu betapa banyak emosi yang tertuang yang bisa langsung kita tangkap begitu melihat foto tersebut tanpa berkomentar terlebih dahulu, saya akui terbetik decak kagum melihat “aksi” yang terekam tersebut, betapa seorang yang masih punya hati nurani sanggup mengorbankan kepentingan nyawanya demi menyelamatkan nyawa orang lain. Coba seandainya kita “flashback” kembali pada saat kejadian tersebut berlangsung di depan mata kita?

Kita pasti tak dapat menangkap apa-apa makna dan bahkan (perkiraan saya mendekati 90%) tidak perduli dengan aksi yang dilakukan oleh sang bapak…. ”masa bodoh ah membantu tuh bapak, mendingan kupastikan dulu jiwa ini selamat dari ancaman maut”, itulah mungkin (mendekati benar) yang melintasi benak kita pada masa itu.

Emosi yang terekam akibat pantulan cahaya yang disebarkan ke objek, yang kemudiannya objek memantulkan kedalam lensa bagi proses “pengabadian” ini banyak memberikan TELAAH bagi kita semua. Semua interpretasi dengan mudahnya kita berikan apabila kita melihat objek yang terekam kamera berbandingkan ketika kita melihat secara langsung pada saat kejadian.

Atau semua ini adalah akibat terbatasnya kemampuan OTAK mencerna makna yang terhasil tiba2? Sehingga baru bisa menafsirkan semua arti yang terkandung setelah melihat ketika semuanya telah diam bisu terekam? Anda yang punya hak untuk menjawabnya!

…….

Teringat olehku ketika aku berada di kota wisata yang telah kuceritakan tadi. Aku begitu “lasaknya” seperti kera kena belacan melihat objek indah yang melintas di depanku, tanpa berpikir panjang aku “on” kan kamera dan menyesuaikan bidikan dengan keadaan lingkungan (selalunya aku menggunakan mode manual, panorama,A/S) dan, “jepret” kutangkap kau dalam bidikanku!

Setelah puas aku “menjepret” sana sini, jahil tanganku beralih kepada salah satu tombol yang bertulis “IMAGE” untuk melihat “korban2” tangan dan pengamatan jahilku yang semuanya ikhlas bahkan tersenyum puas ketika selesai kubidikkan lensaku kearahnya. Bahkan ada yang sanggup berperilaku “NARSIS” untuk selalu difoto!... ya itulah OBJEK!

Sekarang aku ingin memberitahukan kepada seluruh yang membaca ini mengenai beberapa “EMOSI” yang telah berhasil ku abadikan:

  1. candid: hasil tangkapanku secara diam2 ini memperlihatkan beberapa jenis emosi yang dapat ku rekam:
    1. ketika banyak orang yang tengah tak sadar kuambil gambarnya, mereka terpejam seolah2 dirinya terlelap ditengah keramaian.
    2. gembira, orang yang tertawa lepas mengekspresikan dirinya yang tanpa beban seolah2 dirinya akan kekal hidup.
    3. sedih, tak mengetahui mengapa dan apa yang disedihkan olehnya. Ini memperlihatkan bahwa dirinya tengah mengalami kesedihan yang sesedih2nya seolah beban berat bertengger dipundaknya dan merasa tiada harapan untuk dapat mengembalikannya pada keadaan yang gembira.

  1. sengaja: emosi yang terekam disini “seolah2” menampilkan kesan yang dibuat2, meskipun aku telah berulang kali mengingatkan supaya selalu “be a natural”, namun yang terjadi adalah ke”BENGAL”an sehingga muncul suatu ke”NARSIS”an.

  1. tak sengaja: BANYAK HAL TAK TERDUGA KUTEMUKAN DISINI!!!

(kusamarkan demi kepuasanku…)

No comments: