Bila kita berbicara mengenai manusia yang terdiri dari pasangan lelaki dan perempuan, terlalu banyak kompleksitas dan komplikasi mengenai hal ini. Ini disebabkan karena manusia tercipta dengan ”kesempurnaan” anugerah akal dan nafsu, dimana dalam lingkup yang agak sempit, akal bisa diartikan sebagai hal positif sementara nafsu adalah sebaliknya dan ini merupakan salah satu bentuk “pasangan” yang telah disebutkan sebelumnya. Positif dan negatif adalah kelumrahan hidup, kembali lagi pada hal yang kita sebelumnya iaitu keseimbangan. Baik positif maupun negatif tidak dapat berdiri sendiri, kedua hal ini saling memerlukan satu sama lain untuk dapat “exist” berdiri sebagai bagian keseimbangan.
Oke, seterusnya dalam tulisan ini akan membahas mengenai lelaki dan perempuan sebagai pengisi keseimbangan dan sudut pandang yang digunakan adalah dari lelaki yang berbicara mengenai pasangannya yaitu perempuan atau wanita. Sejatinya, bila lelaki mendengar perkataan “wanita” maka segala syaraf penyusun badan fisiknya akan segera (biasanya) bereaksi untuk menanggapi apa yang sedang berlaku, ya karena ini berkaitan dengan apa yang telah ditetapkan sebagai hukum alam sebagai pasangan untuk dapat berdiri tegak. Semakin banyak perbicaraan mengenai wanita maka akan semakin banyak pula pertanyaan yang berkecamuk dalam kepala.
Wanita dengan segala fenomena kelebihan dan kekurangannya selalu membuat lelaki menjadi semakin tertarik mendalami untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi sebelum, sedang, akan, dan sebagai pertanyaan akhir akan muncul: what next?. Apa yang menjadikan wanita sebagai bahan perbincangan menarik bagi lelaki adalah pertanyaan yang tidak bisa dengan tepat dijawab dengan mudah, ini terbukti benar dan jika anda masih meragukan mengenai hal ini, anda dapat melakukan riset kecil mengenai hal ini. Anda jangan terkejut jika mendapati sebagian lelaki yang rela baku hantam hanya karena menyangkut wanita.
Lelaki sebagai sudut pandang tulisan ini (termasuk juga saya) punya banyak kelebihan yang bila berhadapan dengan pasangannya maka kelebihan itu berubah menjadi sesuatu yang nonsense, maksudnya kelebihan tersebut tidak sanggup menahan pancaran aura wanita, sehingga menjadi sesuatu yang tidak kelihatan bahwa lelaki mempunyai kelebihan. Namun hal yang paling penting dan menakjubkan juga terjadi sebaliknya, dimana lelaki yang punya banyak kekurangan bila berjumpa dengan pasangannya yaitu wanita kekurangan itu berubah menjadi kesempurnaan yang bahkan tidak bisa disangka-sangka, yah itulah fenomena wanita.
Yang membingungkan bagi seorang lelaki adalah bila dia dihadapkan dengan pilihan terhadap wanita. Apa yang sebenarnya diharapkan adalah sesuatu yang tidak bisa dijawab dengan pasti. Apakah yang diinginkan adalah kesempurnaan? Saya rasa 100% yang membaca tulisan ini setuju bahwa tak ada yang sempurna. Tapi itulah tadi, tidak ada yang bisa menjawabnya dengan tepat.
Maka hati kecil ini pun berbisik dengan penuh harap:
Ya Allah, Seimbangkanlah Aku.

3 comments:
woi...
kunjungi lah blog aku;
hikss...hikss.
"betina diciptakan hanya untuk melahirkan, sedangkan perempuan menyempurnakan sebagian jiwa yang merindu"
1 menandakan absolut
2 mencerminkan dialektis
3 adalah pertengahan
4 merupakan simbol kebijaksanaan sejati dan;
5 adalah kesempurnaan
wanita memang tercipta dengan segala nikmat yg tertuang kepadanya
Post a Comment