Friday, November 21, 2008

tabikkan hidup

Ketika orang mempertikaikan hidup sesorang, alangkah mirisnya jika yang dipergunjingkan itu adalah keburukan negatif, namun itulah fakta bahwa manusia tidak akan pernah lelah untuk melihat kelemahan manusia lainnya sebagai penutup bagi kelemahan diri sendiri. Hal ini telah pun berlangsung lama sejak terciptanya manusia pertama, dimana anak adam bahkan sanggup membunuh saudaranya sendiri karena hanya untuk menutupi kelemahan dirinya. Apakah hakikat seperti ini akan terus berlangsung dalam dinamika hidup yang seharusnya berjalan dengan baik? Cukup seih sekiranya manusia yang hanya tinggal menjalankan hidup sebagai ujian memiliki keadaan seperti ini. Bukankah kita diciptakan menghirup udara pertama kali dan menatap langit luas membentang dalam keadaan suci bersih? Kenapa kita harus menjalani hari2 berikutnya dengan kenistaan? Apakah lebih sesuai jika kita terus berada dalam plasenta sang ibu? Yang selalu memberi makan tanpa perlu membayar sepeser pun? Tidak kawan. Saya juga ingin mengoreksi diri sendiri atas kesalahan yang sama. Mari kawan kita jadikan hidup ini menjadi lebih berarti.

Ingatkah ketika laksamana mahsyur melayu Hang Tuah pernah berpesan kepada semua bahwa loyalitas serta keteguhan hati adalah hal yg paling penting untuk dijaga? Ingatkah ketika beliau sanggup untuk mengorbankan cinta sejatinya yg sangat besar terhadap Putri Gunung Ledang dengan rela diserahkannya kepada sang raja? Inilah yang dibuktikan beliau betapa loyal dirinya akan tuannya. Dan yang paling membekas untuk kita semua adalah tatkala beliau menunjukkan betapa teguhnya hati sang laksamana sehingga kata2 pembakar semangat yg pernah dilontarkan olehnya masih membekas di persada bumi ini:
“sekali layar terkembang, pantang bersurut ke belakang”.

Inilah yang seharusnya kita miliki kawan, sebagai manusia yang punya akal dan menunjukkan kl kita adalah makhluk sempurna, sikap inilah yg harus dipupuk n dijalankan, agar perbedaan kita dengan makhluk lainnya terlihat. Mari kawan kita jadikan hidup ini lebih berarti, agar kita dapat melewati ujian dengan baik yang diberikan oleh Sang Khalik.

Geophysics lab. 01.00am (22/11/08)

setiap manusia tercipta sebagai pemimpin (sambutan ketua PMRM per. 2008/2009)

Assalamualaikum wr. wb.

teriring salam dan doa, izinkan saya untuk dapat berucap sedikit kata yang mewakili diri saya kepada seluruh anggota PMRM (Persatuan Mahasiswa Riau Malaysia) yang sedang berjuang dalam menapaki hidup.

sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota atas ucapan tahniah yang diberikan kepada saya, namun menurut saya yang paling pantas saya dapatkan adalah ucapan Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. artinya saya tidak menganggap ini sebagai suatu anugerah namun saya juga tidak menganggap ini sebagai suatu musibah, karena sesungguhnya apa yang ada di atas dunia dan segala isinya ini adalah milik Allah dan hanya kepada Beliau pulalah semua ini kembali.

saya ingin mengingatkan kembali kepada diri saya dan kepada semua salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim yg berbunyi kullukum roo’in wa kullukum mas uulun ‘an ro’iyyatihi (sesungguhnya setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya), seterusnya potongan ayat Ali Imran ayat 159 …wa syaawirhum fil amri.. (..dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan..), maka dengan segala kekurangan yang saya miliki saya memohon kepada semua untuk dapat memberikan masukan kepada saya agar kita bisa membangun PMRM yang lebih maju di masa yang akan datang. Semoga PMRM wujud menjadi 'keluarga yang bahagia'.

Wassalam
my very best regard
Ketua Umum PMRM per. 2008/2009