gundah gulana pasti akan datang n hal itu tidak dapat dikatakan tidak memang benar menganggu konsentrasi n fokus yang udh di-plot n diatur sedemikian rupa menjadi gak beraturan, sehingga membuat apa yang biasanya dipanggil dengan "keresahan" datang menghampiri hati (hati cuma segumpal darah, tapi efeknya luar biasa sob kalau ada sesuatu yg menghampirinya, ciee...sok puitis ah!). nah begitu juga kalau dengan sukacita..."beliau" ini juga punya sifat yang sama dengan si"gundah", yup suka menganggu "fokon" (fokus n konsentrasi, red.). meskipun secara fundamentalnya kedua hal ini punya ciri khas or karakter yang berbeda satu sama lainnya....(ya iyalah yang satu buat g enak hati, yg satu lagi bikin hati enak...emang hati bisa dimakan sob?pake ada rasa segala:p).saudara-saudara ku sekalian (jangan dibaca dengan intonasi yg sama dengan ustad ketika nyampaiin ceramah ya), sering aku ngalami kedua hal ini (kalian juga kan?), baik ketika suatu masa dahulu, sekarang n yg akan datang juga termasuk ketika aku mencet2 tuts laptop pinjaman ini (yg punya si ade neh) suasana hatiku ialah sedang ada yang mengganggu "fokon" ku, tapi...aku g akan kasi tau apa yg sedang menghampiri hatiku ini kepada kalian semua...(hehehe tebak aja, ntr kirim jawabannya ke aku n aku (g) bakalan kasi hadiah). satu hal yang pasti ketika fokon ku terganggu, otomatis aku g bisa total dlm ngerjain sesuatu, especially mikir yang berat2 (ex: gimana caranya supaya bisa merubah nasib bangsa ini, etc.).
namun ada 2 hal menarik yang bisa kusimpulkan dengan hadirnya pengganggu fokon ini...karena terus terang sob kita juga perlu dengan kehadiran "fokon disturber" ini. kenapa? ya karena kita sadari ataupun tidak, kehadirannya justru semakin menambah dinamika berpikir otak kita, sehingga monotonitas dalam berpikir tidak akan terjadi, dengan kata lain otak kita tidak akan tergencet sob, artinya pikiran kita akan semakin terbuka karena dengan hadirnya "fokon disturber" ini, otomatis darah yang mengalir dari pompaan jantung ke otak sebagai pengatur "movement of human body" akan semakin banyak dari segi kuantitasnya...nah dengan banyaknya jumlah darah yang masuk ke otak akibat adrenalin yg semakin meningkat tadi...si otak akan cari cara tuh gimana supaya darah yg singgah di "rumahnya" bisa disalurkan kembali ketempat lain pula supaya otak tidak overloaded.
proses ini memerlukan energi supaya darah yang "bertamu" ke otak pergi secara "terhormat" (kl g gitu, berarti tu otak g bisa nyuruh "pergi" si darah...nah lama kelamaan kan otak overload jadinya, n akan berimplikasi buruk bagi si otak, namanya juga overload). nah darimana energi itu datang? energi tersebut datang dari sinyal2 listrik yg dihasilkan oleh otak ketika kita mulai berpikir...(untuk pengetahuan ya sob, kecepatan sinyal2 listrik di otak kita tuh (kl g salah) 32000 miles/second!). jika kita memiliki dinamika dalam berpikir, maka akan semakin banyak energi yg kita hasilkan n akan semakin melancarkan darah2 yg singgah di otak untuk pergi setelah singgah di otak. secara otomatis otak kita bersih n semakin fresh, plus semakin banyak hal2 baru yg kita dapat, y g sob?
ok kita kembali ke dua hal menarik yg aku sebutkan sebelumnya. hal tersebut aku perolehi setelah sekian lama mencoba berperang dengan otak plus hati ini, apa itu? mari kita liat paragraf berikutnya:
1. gundah gulana; hal abstrak ini bisa membuat perasaan n pikiranku menjadi tidak enak dan ini muncul karena aku merasa bahwa bahaya akan menghampiri ku.
2. sukacita; hal ini juga merupakan abstraktif yg dihasilkan oleh hati n otak, namun abstrak ini membawa impak yg bertolak belakang dengan no. sebelumnya, karena doktrin bawaan dari lahir ku mengatakan kalau kebahagiaan yang akan menghampiriku.
ok sob, itu adalah kesimpulan secara general, semua juga tahu akan hal itu, namun mari kita pertimbangkan hal yang banyak orang tidak mengetahuinya atau lebih tepatnya tidak menyadarinya, ini dia:
jangan pernah kita mengganggap kalo yg no.1 adalah ancaman atau sesuatu yg emg g enak banget n hanya menganggap no.2 aja yg perlu dinantikan kehadirannya. buang jauh pikiran itu sob,karena kl seperti itu cara kita berpikir, maka mindset kita g akan termasuk dalam golongan aposteriori (pemikiran yg terbuka). apa yg perlu kita lakukan adalah menganggap bahwa semua yg kita alami merupakan proses balancing, penstabilan diri!
mari kita anggap gundah gulana sebagai "soalan ujian" yang perlu kita hadapi untuk mendapatkan hasil yang akan kita ketahui ketika telah melewatinya.
berpikir sob, merupakan satu kenikmatan yang tidak terhingga!
